SD SRUMBUNG slide 1 title

Pendidikan dasar guru adalah media berbagi tentang penerapan kurikulum 2013, pembelajaran saintifik, berbagai model dan metode pembelajaran atau active learning, pembuatan proposal skripsi sampai informasi seputar PTK

SD SRUMBUNG slide 2 title

Pendidikan dasar guru adalah media berbagi tentang penerapan kurikulum 2013, pembelajaran saintifik, berbagai model dan metode pembelajaran atau active learning, pembuatan proposal skripsi sampai informasi seputar PTK

SD SRUMBUNG slide 3 title

Pendidikan dasar guru adalah media berbagi tentang penerapan kurikulum 2013, pembelajaran saintifik, berbagai model dan metode pembelajaran atau active learning, pembuatan proposal skripsi sampai informasi seputar PTK

SD SRUMBUNG slide 4 title

Pendidikan dasar guru adalah media berbagi tentang penerapan kurikulum 2013, pembelajaran saintifik, berbagai model dan metode pembelajaran atau active learning, pembuatan proposal skripsi sampai informasi seputar PTK

6 Sept 2015

Pengertian Pembelajaran Di Luar Kelas

Pengertian Pembelajaran Di Luar Kelas


 Pembelajaran di luar kelas atau biasa dikenal outdoor learning adalah suatu kegiatan pembelajaran di luar kelas yang berorientasi pada alam sekitar yang mempunyai sifat menyenangkan dan dapat mewujudkan nilai spiritual siswa mengenai keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara mengamati, menyelidiki, menemukan sendiri segala sesuatu ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Proses pembelajaran seperti ini akan dapat mengembangkan dan membangun suasana belajar yang menyenangkan dan menantang serta memotivasi dimana siswa tidak hanya berinteraksi dengan satu sumber belajar saja tetapi bisa belajar dari pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan ke tempat yang dikunjungi. Mengadakan kegiatan study banding mengunjungi  obyek lain diluar sekolah merupakan hal yang sangat tepat mewujudkan hal itu sehingga harapan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas akan bisa tercapai dengan maksimal.

Kegiatan pembelajaran diluar kelas  ini bertujuan untuk mengembangkan multi kecakapan siswa sekaligus memperluas wawasan siswa tentang obyek  pembelajaran khususnya yang ada di daerah Bali, melakukan pengamatan terhadap situasi objek pembelajaran yang dikunjungi untuk selanjutnya melakukan perbaikan yang dianggap perlu, memberikan suasana baru bagi guru dan siswa  sehingga mampu membangkitkan motivasi untuk meningkatkan kinerja mereka, menggali informasi tentang Seni dan Budaya daerah.

Selain untuk mengatasi kebosanan dan kejenuhan dalam belajar, maka proses belajar mengajar di luar kelas bisa meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kita semua tahu bahwa kunci utama dalam keberhasilan pembelajaran terletak pada motivasi baik guru dan siswa. Motivasi bisa turun bila tak ada variasi dalam pembelajaran. Variasi juga rendah bila tempat pembelajaran juga monoton hanya dalam kelas saja. Maka tak ada salahnya untuk kembali membangkitkan agar siswa kembali bersemangat dan termotivasi dalam pembelajaran maka guru mencoba variasi pembelajaran dilakukan di luar kelas.

Demikian pembahasan tentang Pengertian Pembelajaran Di Luar Kelas, semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung di Pendidikan Dasar Guru.

Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran

Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran


Salah satu kunci suksesnya seorang guru adalah melalui pemilihan metode pembelajaran secara tepat. Kali ini akan kita bahas mengenai Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Dapat pula disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari  metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik oleh siswa.


Macam-macam metode pembelajaran yang bisa ditemukan sekarang sebenarnya sangat banayak. Meskipun demikian, ada beberapa diantaranya yang memiliki kepopuleran yang lebih dalam hal penggunaan. Berikut macam-macam metode pembejaran yang bisa diterapkan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM):
1.    Metode Ceramah
2.    Metode Tanya Jawab
3.    Metode Diskusi
4.    Metode Demonstrasi
5.    Metode Eksperimen
6.    Metode Latihan atau Drill
7.    Metode Pemberian Tugas
8.    Metode Learning Outdoor
9.    Metode Sistem Regu
10.  Metode Sosiodrama
11.  Metode Simulasi

Lain waktu akan kita bahas satu per satu pengertian tentang metode-metode di atas. Demikian penjelasan singkat perihal Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung di Pendidikan Dasar Guru.

Tag: metode pengajaran tahun 2016

Pengertian Sederhana Tentang Metode Penelitian

Pengertian Sederhana Tentang Metode Penelitian


Berbicara mengenai skripsi, maka tak lepas dari pembahasan tentang metode penelitian. Berikut ulasan tentang Pengertian Sederhana Tentang Metode Penelitian. Adalah tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Metode penelitian ini sering dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. Hal ini disebabkan karena ketiga hal tersebut saling berhubungan dan sulit dibedakan.


Metode penelitian membicarakan mengenai tata cara pelaksanaan penelitian, sedangkan prosedur penelitian membicarakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau mengumpulkan data penelitian. Dengan demikian, metode penelitian melingkupi prosedur penelitian dan teknik penelitian.

Istilah metode penelitian terdiri atas dua kata, yaitu kata metode dan kata penelitian. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Adapun pengertian penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara ilmiah, baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental maupun non eksperimental, interaktif maupun non interaktif.

Dari pengertian di atas kita dapat mengetahui bahwa metode penelitian adalah suatu cara untuk memecahkan masalah ataupun cara mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah. Sederhananya adalah cara-cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan melalui suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah.

Demikian ulasan tentang Pengertian Sederhana Tentang Metode Penelitian, semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung di Pendidikan Dasar Guru.

2 Sept 2015

Waktu Paling Efektif Untuk Belajar

Waktu Paling Efektif Untuk Belajar



Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Artikel kali ini akan membahas tentang Waktu Paling Efektif Untuk Belajar.


Satu hari terdapat 24 jam, artinya otak kita melakukan aktivitasnya terus menerus selama 24 jam. Selama kurun waktu tersebut, ada beberapa jam yang sangat efektif untuk belajar dan bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin, diantaranya :

Jam 06.00 am – 09.00 am Kurun waktu ini dinamakan GREEN STAGE. Pada kurun waktu ini, otak masih rileks dan masih segar untuk menerima segala macam informasi yang masuk.

Jam 09.00 am – 12.00 pm Kurun waktu ini dinamakan YELLOW STAGE. Pada kurun waktu ini, otak dalam keadaan jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk. 

Jam 15.00 pm – 18.00 pm Kurun waktu ini dinamakan WHITE STAGE. Pada kurun waktu ini, otak dalam keadaan netral, otak sedang mempersiapkan diri untuk rileks pada fase selanjutnya.

Jam 18.00 pm – 24.00 am Kurun waktu ini dinamakan BLACK STAGE. Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan rileks yang bisa berubah. Maksudnya adalah bisa menjadi Green, Yellow, Red ataupun White Stage tergantung dari Anchor atau jangkar yang tercipta pada kegiatan sebelumnya.

Jam 24.00 am – 06.00 am Kurun waktu ini dinamakan GREY STAGE. Pada kurun waktu ini, otak dalam keadaan rileks yang dalam karena harus beristirahat setelah beraktifitas pada stage sebelumnya.

Kesimpulannya adalah Waktu Paling Efektif Untuk Belajar antara jam 06.00 am – 09.00 am dan Jam 18.00 pm – 24.00 am. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung ke blog Pendidikan Dasar Guru.

Pengertian dan perbedaan sederhana Antara Skripsi S1 Tesis S2 dan Disertasi S3

Pengertian dan perbedaan sederhana Antara Skripsi S1 Tesis S2 dan Disertasi S3



Dalam dunia akademik kita mengenal adanya istilah karya ilmiah. Karya ilmiah sendiri di peroleh dari beberapa hasil peneliatian yang dilakukan oleh mereka yang berstatus mahasiswa. Sedangkan macam-macam karya ilmiah di bagi menurut jenjeng atau tingkatannya sebagai berikut skripsi untuk mahasiswa Strata 1 (S1), Tesis untuk strata 2 (S2) dan Disertasi untuk Strata 3 (S3). Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian danperbedaan Antara Skripsi S1 Tesis S2 dan Disertasi S3.


SKRIPSI, merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya.


TESIS, Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.


DISERTASI, adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.



PERBEDAAN SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI

Skripsi biasanya bertujuan untuk menggambarkan fenomena untuk ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan yang sederhana. Sehingga skripsi memang lebih banyak cenderung ke deskriptif kualitatif. Kalaupun penelitiannya asosiatif, maka variabelnya biasanya cuma 2. Tesis 1 tingkat di atas skripsi. Bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena ilmu pengetahuan secara komprehensif, merumuskan hipotesis berdasarkan teori, dan menghasilkan jawaban dari hipotesis tersebut. Sedangkan disertasi adalah karya ilmiah level 3 (satu tingkat di atas tesis). Kalau tesis hanya menjawab rumusan masalah berdasarkan teori yang disusun dalam hipotesis (hanya melihat apakah teori tersebut relevan atau tidak) maka Disertasi dapat menolak atau membantah teori yang sudah ada, dan menyusun teori baru.


Demikian Pengertian dan perbedaan Antara Skripsi S1 Tesis S2 dan Disertasi S3, semoga bermanfaat dan terima kasih suda berkunjung diblog Pendidikan Dasar Guru.

Tag: perbedaan skripsi s1 dan s2